MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA MELALUI BIMBINGAN KLASIKAL

  • Herlina Marpaung SMP Negeri 1 Labuhan Deli
Keywords: layanan bimbingan klasikal, kemandirian siswa, bimbingan konseling

Abstract

Individu dikatakan mandiri jika sudah memiliki kemampuan untuk tidak bergantung pada orang lain juga bisa bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Kemandirian seseorang merupakan pencerminan dari sikap dan tingkah laku yang tidak mudah putus asa, memiliki kepercayaan diri dan menghargai potensi yang dimilikinya. Layanan bimbingan klasikal adalah salah satu pelayanan dasar bimbingan yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik dikelas secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan ini kepada peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau curah pendapat. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dan subjek penelitian adalah kelas VIII-1   SMP Negeri 1 Labuhan Deli yang berjumlah 33 orang yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan berupa angket kemandirian siswa, lembar observasi guru, lembar observasi siswa, LKS. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan frekeuensi penilaian kategori tinggi, dari aspek semangat mengikuti layanan dari 12 siswa menjadi 26 siswa, aspek aktif dalam diskusi dari 12 siswa menjadi 25 siswa, aspek mampu mengeluarkan pendapat dari 12 siswa menjadi 28 siswa dan aspek mengerjakan tugas dengan baik dari 11 siswa menjadi 28 siswa dengan kategori tinggi. Hasil pengamatan perilaku siswa menujukan peningkatan diatas 80 % siswa sudah memiliki kemandirian dalam segala aspek yang dilihat dari frekuensi dengan kategori tinggi sehingga indicator keberhasilan tercapai.

Published
2023-02-09
Section
Articles